PERJALANAN
PENUH KEBERSAMAAN
Judul
: Cupit & Sapu Jagad
Penulis
: Ali Sobirin El Muannatsy dan Sophal Jamil El Muama
Penerbit
: Istiqlal Indonesia, maret 2008
Tebal
: 120 halaman
Novel ini dapat mengembalikan keagungan doa Sapu
Jagad dan mengajak kita untuk menggali lebih dalam akan keagungan maknanya.
Secara khusus novel ini memang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. Namun
sebagai orang tua, kita pun layak membacanya untuk kemudian diceritakan kembali
kepada anak-anak dan cucunya.
Novel ini sangat bermakna. Melalui pengisahan
serangkaian perjalanan yang artistik dan memukau. Sapu Jagad dikontekskan
sesuai dengan kemanusiaan. Kebahagiaan di dunia ini dimaknai tidak sekadar
untuk individu atau pun sebuah bangsa yang terkotak melalui geografis, tetapi
lebih dari itu adalah untuk kebahagiaan bumi. Pesan lain dari novel ini adalah
tentang ajaran sopan santun dan penghormatan dari yang muda kepada orang tua,
serta perhatian dan kasih sayang dari yang tua kepada yang muda. Dan novel ini
mendidik anak-anak untuk belajar tanpa henti kemana pun, termasuk kepada bangsa
bangsa lain. Pesan penting lainnya adalah bahwa ada berjuta alasan dan pijakan
untuk kita memupuk pertemanan dan kerjasama antarmanusia.
Menulis novel merupakan sebuah kebiasaan baik bagi
seorang Ali Sobirin El Muannatsy atau biasa di panggil Mas Also. Ia belajar
menulis dengan belajar sendiri. Ia lulusan Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan
Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1999), Madrasah Aliyah Negeri
Babakan Lebaksiu Tegal (1994) sambil menjadi santri di PP. Ma’haduth Tholabah
Babakan, Mts Husnaba Kedungbanteng Tegal (1991), dan MI Miftahul ulum
Kebandingan Kedungbanteng (1988).
Sekarang Mas Also sebagai peneliti di perhimpunan
pengembangan pesantren dan masyarakat Jakarta dan di Moderate Moslem Society
Jakarta. Selain itu, Mas Also adalah direktur Lembaga Pengembangan dan
Pemberdaya Potensi Bangsa Jakarta.
Ini adalah salah satu konteributor buku Membumikan
Pancasila (Gapuraja Media:Mei 2007). Novel CUPIR DAN SAPU JAGAD adalah karya
sastra ketiganya setelah KALAM CINTA DARI TUHAN (Republika: Juni 2007) dan
POLIGAMBRENG: sebuah ketoprak rumah tangga (Republika: Oktober 2007). Ia
menulis novel ini bersama kawannya, yaitu Sophal Jamil El Muama. Beliau biasa
di panggil Sophal. Sophal adalah lulusan Politeknik Negeri Jember (2004), SMK
Negeri 2 Siawi (2001), Mts Hasyim Asy’ari Tarub Tegal (1998), dan MI Miftahul
Ulum Kebandingan Kedungbanteng Tegal (1995).
Semasa mahasiswa Sophal aktif di berbagai organisasi
kampus, seperti LABAIK (Lembaga Aktivis Islam Kampus), KAMMI (Kesatuan Aksi
Mahasiswa Muslim Indonesia), dan IMT (Ikatan Mahasiswa Tegal). Di organisasi
kampus, Sophal menjabat Ketua Umum Dewan Permusyawaratan Mahasiswa
(DEPERMA/setara BEM) pada 2002- 2003. Novel ini merupakan karya sastra keduanya
setelah POLIGAMBRENG: sebuah ketoprak rumah tangga (Republika: Oktober 2007).
Sama seperti sebelumnya, novel ini dikerjakan bersama Mas Also.
Awal kisah di awali dari permasalahan yang sering
melanda kawasan ibukota, yaitu Dki Jakarta. Jakarta yang merupakan ibukota
Indonesia sekaligus menjadi kota metopolitan rupanya mempunya masalah serius,
yaitu banjir. Banjir di Jakarta disebabkan karena warga sekitar sering membuang
sampah sembarangan dan sering adanya hujan deras dan banjir kiriman dari Bogor.
Melihat kejadian itu, seorang peri kecil yang
berbaik hati bernama Cupit ingin mengubah kota Jakarta dan Indonesia dari
segala permasalahan yang ada,mulai dari banjir, ketataan rumah penduduk, serta
merubah sifat rakyat Jakarta berubah menjadi baik/ramah semua. Namun, untuk
mewujudkan semua itu Cupit membutuhkan sebuah benda yang ajaib, yaitu Sapu
Jagad. Sapu Jagad dapat merubah tata kota ini menjadi baik. Tetapi sayang
sekali, keberadaan Sapu Jagad tidak diketahui keberadaannya sampai saat ini.
Dengan itu, Cupit pun ingin segera mencarinya sampai ketemu. Cupit pun bertanya
kepada ayahandanya yang bernama Cupid. Ketika cupit bertanya tentang keberadaan
sapu jagad, ayahandanya tidak mengetahui sama sekali. Tetapi ayahnya bilang
kepada Cupit kalau sapu jagad berada di daerah yang suci, bersih dan penuh
dengan kebaikan. Mendengar perkataan itu, Cupit langsung segera berpamitan
untuk mencarinya. Ayahnya memberi sebuah kalung pusaka yang bernama kalung
rajawali. Kalung itu sangat berguna, yang dapat mengeluarkan tongkat ababil.
Setelah ayah nya memberikan kalung itu, Cupit segera
berpamitan untuk pergi mencari sapu jagad dengan ditemani oleh seekor kuda yang bernama Troya, biasa dipanggil Jembar.
Cupit dan Jembar berpamitan. Mereka mulai mengelilingi kota Jakarta. Setelah
mengelilingi Jakarta, Cupit dan Jembar segera pergi ke salah satu tempat suci
yang berada di Jawa Tengah, yaitu candi Borobudur. Mereka terus mencari di
sekitar Borobudur. Namun ketika bertanya kepada sang penjaga, sang penjaga
tidak mengetahuinya. Sang penjaga menyarankan agar Cupit dan Jembar pergi ke
Malaysia. Seperjalanan ke Malaysia mereka bertemu dengan seorang burung yang
bernama Camar. Mereka bertiga kini menjadi seorang sahabat. Mereka mengunjungi
pusat pusat kota Malaysia. Hingga mereka bertanya kepada sang Perdana Menteri,
namun Perdana Menteri tidak tahu. Ia menyarankan agar Cupit pergi ke kota
Singapura karena disana kotanya sangat indah, bersih, dan tertib.
Sesudah sampai di Singpura, dan menahan panasnya
terik matahari tiba-tiba dua ekor gagak utusan Grijaghan sang ratu senja(nenek
sihir) merebut kalung rajawali Cupit pemberian ayahnya. Cupit , Jembar, Camar
memperjuangkannya, mereka berjuang untuk mendapatkannya. Hingga mereka
mendapatkan kalung itu kembali dengan penuh kebersamaan dan kekompakkan.
Setelah mendapatkannya, mereka melanjutkan
perjalanannya. Tetapi sayang, sapu jagad tidak berada di Singapura. Akhirnya
mereka melanjutkan perjalanan ke sebuah negara dengan jumlah kependudukan
tertinggi di dunia, yaitu Cina. Cupit, Jembar, Camar mengunjungi ke negara
dengan julukan Tirai bambu. Mereka berkeliling melihat Tembok Raksasa Cina.
Sekeliling di negara itu, mereka tidak juga menemukan sapu jagad. Mereka tidak menyerah,
dengan penuh kebersamaan dan penuh kepersahabatan, mereka melanjutkan
perjalanan ke India. India mereka anggap sebagai tempat suci.
Mereka pun melanjutkan perjalanan ke India. Setelah
mereka ke India, mereka juga tidak menemukan sapu jagad. Hingga akhirnya mereka
melanjutkan perjalanan ke Mesir. Mesir
merupakan negara yang memiliki bangunan sejarah, yaitu Piramida. Mereka
menyangka bahwa sapu jagad berada di situ, tetapi tidak menemukannya. Disisi
lain, nenek sihir ingin segera mendapatkan kalung rajawali dan sapu jagad. Lalu
nenek sihir segera mencari Cupit. Akhirnya Cupit, Jembar, dan Camar bertemu dan
berperang dengan nenek sihir beserta pasukannya. Namun sayang sekali, salah
satu sahabat Cupit tewas atas peperangan itu, yaitu Camar. Cupit dan Jembar
sangat sedih atas tewasnya Camar. Tetpi, kepergian sahabatnya itu tidak membuat
lengah Cupit dan Jembar untuk terus mencari sapu jagad bersama sama.
Cupit dan Jembar segera melanjutkan perjalanan ke
Mekah. Mekah merupakan kota yang sangat suci dan terdapat salah satu tempat
yang banyak di kunjungi umat manusia sedunia, yaitu Kabah. Kabah merupakan
tempat untuk melaksanakan ibadah haji. Dan akhirnya Cupit dan Jembar
mendapatkan sebuah sapu jagad dari sebuah pusaran Kabah dengan membaca iringan
dzikir. Setelah mendapatkannya Cupit pun melanjutkan perjalanan menuju
Indonesia untuk segera membersihkan semua permasalahan yang ada di Indonesia.
Ditengah perjalanan, Cupit bertemu dengan Grijaghan
dan pasukannya. Pertempuran terjadi. Namun sayang, kali ini kalung raja
rajawali beserta sapu jagad yang baru di dapatkannya itu berhasil di rebut oleh
Grijaghan. Lalu Cupit berkunjung ke Roma, ibukota dari Italia. Disanalah
terdapat seorang guru dari Grijaghan, Mbalelo, dan Sembrana. Guru itu
menjelaskan bahwa dahulu Grijaghan itu baik, tetapi lama kelamaan menjadi jahat
dan Grijaghan ingin membunuh sang guru. Sang guru lalu memberi tahu keberadaan
Grijaghan saat ini, yaitu di kepulauan badloe, di negara bagian Amerika. Cupit
dan Jembar berpamitan untuk segera kesana.
Sesampainya di pulau Badloe yang dimana istana dari
Grijaghan, Cupit melihat Grijaghan dan para pasukannya sedang mabuk di malah
hari itu. Melihat kondisi itu, Cupit dan Jembar segera mengambil kembali sapu
jagad dan kalung rajawali yang merupakan haknya. Ketika ingin mengambil, Jembar
sempat membunuh ular, anjing, dan burung gagak anak buah dari Grijaghan. Cupit
berhasil memiliki sapu jagad dan kalung rajawali kembali. Lalu setelah itu
terjadi peperangan dengan Grijaghan. Dan akhirnya Grijaghan tewas setelah
mendapatkan pantilan dari kekuatannya sendiri. Kematiannya pun sampai banyak
yang mengetahuinya. Hingga temannya Grijaghan yang bernama Mbalelo dan Sembrana
mendengar kabar itu dan ingin membalas dendam kepada Cupit.
Cupit dan Jembar melanjutkan perjalanan ke Amazon.
Ketika tengah beristirahat, terjadi bunyi tembakan para pemburu. Jembar pun
tewas terkena peluru tembakan itu. Cupit pun sedih, tapi ia tidak putus asa
untuk melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Ketika itu, Cupit bertemu dengan
Lebah, Lalat, dan Capung lalu mengajak nya ke Indonesia. Ketika di perjalanan,
ada 2 orang yang menyamarmenjadi orang compang camping, mereka adalah Mbalelo
dan Sembrana yang ingin meminjam sapu jagad, orang itu meminjam hanya beberapa
waktu, dan akan mengembalikannya. Cupit memberinya , dan waktu demi waktu
hingga berbulan bulan tidak di kembalikan. Dan Cupit sadar bahwa Indonesia
tidak akan bisa menyadarkan bangsa Indonesia.
Sapu jagad pun tidak akan kembali. Namun, ketika
banjir dan asap polusi melanda, sahabat sahabat baru Cupit yaitu lalat, lebah,
dan capung tewas setelah menghirup udara yang mengandung banyak racun itu.
Melihat sahabatnya seperti itu, tiba tiba Cupit juga mendapatkan Ajalnya.
Mereka semua telah bertemu kembali di Surga dan mereka tengah melihat Grihaghan
sang nenek sihir sedang berada di atas tungku membara dan mengerang ngerang
kesakitan terkena sabetan cambuk api. Grijaghan mendapatkan balasan yang
setimpal. Jika berbuat jahat, maka bersiap siaplah merasakan penasnya api
neraka. Jika berbuat baik, maka balasannya adalah surga dan tentunya perbuatan
baik yang diiringi dengan keikhlasan.
Novel ini angat menarik untuk di baca karena
bahasanya mudah di pahami. Lalu novel ini mengajarkan kita untuk berbuat
kebaikan. Untuk yang senang membawa buku yang ringkas, novel ini sangat tepat
karena sangat ringkas.
Novel ini memiliki kaver yang kurang menarik. Selain
itu, novel ini memiliki kertas yang
tipis dan berkualitas buruk. Novel ini juga memiliki isi yang banyak dalam atu
halaman sehingga dapat membuat orang malas untuk membacanya.
UNSUR
INTRINSIK
1. Tema
: Kebersamaan
2. Alur
: maju mundur
3. Tokoh
dan pewatakan :
Cupit : baik, jujur, dan
bertanggung jawab.
Cupid : baik, bijaksana
dan pengertian.
Camar, Lebah, Lalat, dan Capung : baik, setia, dan pengertian.
Jembar : setia, baik, dan
menepati janji.
Grijaghan dan tentaranya : jahat, dengki, iri hati.
Mbalelo dan Sembrana : jahat, iri
hati, dan pendendam.
4. Latar
:
a. Waktu
: siang dan malam.
b. Tempat
: di udara an keliling dunia.
c. Suasana
: senang dan sedih.
5. Sudut
pandang : orang ketiga.
6. Amanat
:
a. Jangan
suka berbuat serakah.
b. Jangan
suka menyimpan dendam.
c. Jangan
berbuat kejahatan.
d. Jangan
terlalu bersedih ketika di tinggalkan seseorang.
UNSUR
EKSTRINSIK
1. Nilai
soial : banyak banyaklah mencari
sahabat dalam hidup kita.
2. Nilai
agama : Jika berbuat jahat, maka
bersiaplah mendapatkan balasan yang jahat dan
bersiap siaplah merasakan penasnya api
neraka. Jika berbuat baik, akan
mendapatkan balasan kebaikan juga balasannya
adalah surga dan
tentunya perbuatan baik yang diiringi dengan
keikhlasan.
3. Nilai
moral : berbuatlah baik kepada siapa
saja karena akan sangat bermanfaat jika
kita berbuat
kebaikan.
created by : Benny Rivaldy
Novel yg pernah sy baca 16 thn lalu dan masih terngiang2
BalasHapusaku baca pas kls 1 MTs 13 Tahun. dan skrg 22 tahun masih suka keinget dan pengen bgt baca lg. skrg bingung mau beli bukuny dimana ya?🥺
Hapus