selamat datang bagi anda yang berkunjung.. semoga blog ini dapat bermanfaat bagi anda..

Senin, 05 November 2012

resensi cupit & sapu jagad


PERJALANAN PENUH KEBERSAMAAN
Judul                : Cupit & Sapu Jagad
Penulis             : Ali Sobirin El Muannatsy dan Sophal Jamil El Muama
Penerbit           : Istiqlal Indonesia, maret 2008
Tebal                : 120 halaman

Novel ini dapat mengembalikan keagungan doa Sapu Jagad dan mengajak kita untuk menggali lebih dalam akan keagungan maknanya. Secara khusus novel ini memang ditujukan untuk anak-anak dan remaja. Namun sebagai orang tua, kita pun layak membacanya untuk kemudian diceritakan kembali kepada anak-anak dan cucunya. 

Novel ini sangat bermakna. Melalui pengisahan serangkaian perjalanan yang artistik dan memukau. Sapu Jagad dikontekskan sesuai dengan kemanusiaan. Kebahagiaan di dunia ini dimaknai tidak sekadar untuk individu atau pun sebuah bangsa yang terkotak melalui geografis, tetapi lebih dari itu adalah untuk kebahagiaan bumi. Pesan lain dari novel ini adalah tentang ajaran sopan santun dan penghormatan dari yang muda kepada orang tua, serta perhatian dan kasih sayang dari yang tua kepada yang muda. Dan novel ini mendidik anak-anak untuk belajar tanpa henti kemana pun, termasuk kepada bangsa bangsa lain. Pesan penting lainnya adalah bahwa ada berjuta alasan dan pijakan untuk kita memupuk pertemanan dan kerjasama antarmanusia.

Menulis novel merupakan sebuah kebiasaan baik bagi seorang Ali Sobirin El Muannatsy atau biasa di panggil Mas Also. Ia belajar menulis dengan belajar sendiri. Ia lulusan Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1999), Madrasah Aliyah Negeri Babakan Lebaksiu Tegal (1994) sambil menjadi santri di PP. Ma’haduth Tholabah Babakan, Mts Husnaba Kedungbanteng Tegal (1991), dan MI Miftahul ulum Kebandingan Kedungbanteng (1988).
Sekarang Mas Also sebagai peneliti di perhimpunan pengembangan pesantren dan masyarakat Jakarta dan di Moderate Moslem Society Jakarta. Selain itu, Mas Also adalah direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdaya Potensi Bangsa Jakarta.

Ini adalah salah satu konteributor buku Membumikan Pancasila (Gapuraja Media:Mei 2007). Novel CUPIR DAN SAPU JAGAD adalah karya sastra ketiganya setelah KALAM CINTA DARI TUHAN (Republika: Juni 2007) dan POLIGAMBRENG: sebuah ketoprak rumah tangga (Republika: Oktober 2007). Ia menulis novel ini bersama kawannya, yaitu Sophal Jamil El Muama. Beliau biasa di panggil Sophal. Sophal adalah lulusan Politeknik Negeri Jember (2004), SMK Negeri 2 Siawi (2001), Mts Hasyim Asy’ari Tarub Tegal (1998), dan MI Miftahul Ulum Kebandingan Kedungbanteng Tegal (1995).

Semasa mahasiswa Sophal aktif di berbagai organisasi kampus, seperti LABAIK (Lembaga Aktivis Islam Kampus), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), dan IMT (Ikatan Mahasiswa Tegal). Di organisasi kampus, Sophal menjabat Ketua Umum Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DEPERMA/setara BEM) pada 2002- 2003. Novel ini merupakan karya sastra keduanya setelah POLIGAMBRENG: sebuah ketoprak rumah tangga (Republika: Oktober 2007). Sama seperti sebelumnya, novel ini dikerjakan bersama Mas Also.

Awal kisah di awali dari permasalahan yang sering melanda kawasan ibukota, yaitu Dki Jakarta. Jakarta yang merupakan ibukota Indonesia sekaligus menjadi kota metopolitan rupanya mempunya masalah serius, yaitu banjir. Banjir di Jakarta disebabkan karena warga sekitar sering membuang sampah sembarangan dan sering adanya hujan deras dan banjir kiriman dari Bogor.

Melihat kejadian itu, seorang peri kecil yang berbaik hati bernama Cupit ingin mengubah kota Jakarta dan Indonesia dari segala permasalahan yang ada,mulai dari banjir, ketataan rumah penduduk, serta merubah sifat rakyat Jakarta berubah menjadi baik/ramah semua. Namun, untuk mewujudkan semua itu Cupit membutuhkan sebuah benda yang ajaib, yaitu Sapu Jagad. Sapu Jagad dapat merubah tata kota ini menjadi baik. Tetapi sayang sekali, keberadaan Sapu Jagad tidak diketahui keberadaannya sampai saat ini. Dengan itu, Cupit pun ingin segera mencarinya sampai ketemu. Cupit pun bertanya kepada ayahandanya yang bernama Cupid. Ketika cupit bertanya tentang keberadaan sapu jagad, ayahandanya tidak mengetahui sama sekali. Tetapi ayahnya bilang kepada Cupit kalau sapu jagad berada di daerah yang suci, bersih dan penuh dengan kebaikan. Mendengar perkataan itu, Cupit langsung segera berpamitan untuk mencarinya. Ayahnya memberi sebuah kalung pusaka yang bernama kalung rajawali. Kalung itu sangat berguna, yang dapat mengeluarkan tongkat ababil.

Setelah ayah nya memberikan kalung itu, Cupit segera berpamitan untuk pergi mencari sapu jagad dengan ditemani oleh seekor kuda  yang bernama Troya, biasa dipanggil Jembar. Cupit dan Jembar berpamitan. Mereka mulai mengelilingi kota Jakarta. Setelah mengelilingi Jakarta, Cupit dan Jembar segera pergi ke salah satu tempat suci yang berada di Jawa Tengah, yaitu candi Borobudur. Mereka terus mencari di sekitar Borobudur. Namun ketika bertanya kepada sang penjaga, sang penjaga tidak mengetahuinya. Sang penjaga menyarankan agar Cupit dan Jembar pergi ke Malaysia. Seperjalanan ke Malaysia mereka bertemu dengan seorang burung yang bernama Camar. Mereka bertiga kini menjadi seorang sahabat. Mereka mengunjungi pusat pusat kota Malaysia. Hingga mereka bertanya kepada sang Perdana Menteri, namun Perdana Menteri tidak tahu. Ia menyarankan agar Cupit pergi ke kota Singapura karena disana kotanya sangat indah, bersih, dan tertib.

Sesudah sampai di Singpura, dan menahan panasnya terik matahari tiba-tiba dua ekor gagak utusan Grijaghan sang ratu senja(nenek sihir) merebut kalung rajawali Cupit pemberian ayahnya. Cupit , Jembar, Camar memperjuangkannya, mereka berjuang untuk mendapatkannya. Hingga mereka mendapatkan kalung itu kembali dengan penuh kebersamaan dan kekompakkan.

Setelah mendapatkannya, mereka melanjutkan perjalanannya. Tetapi sayang, sapu jagad tidak berada di Singapura. Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke sebuah negara dengan jumlah kependudukan tertinggi di dunia, yaitu Cina. Cupit, Jembar, Camar mengunjungi ke negara dengan julukan Tirai bambu. Mereka berkeliling melihat Tembok Raksasa Cina. Sekeliling di negara itu, mereka tidak juga menemukan sapu jagad. Mereka tidak menyerah, dengan penuh kebersamaan dan penuh kepersahabatan, mereka melanjutkan perjalanan ke India. India mereka anggap sebagai tempat suci.

Mereka pun melanjutkan perjalanan ke India. Setelah mereka ke India, mereka juga tidak menemukan sapu jagad. Hingga akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke  Mesir. Mesir merupakan negara yang memiliki bangunan sejarah, yaitu Piramida. Mereka menyangka bahwa sapu jagad berada di situ, tetapi tidak menemukannya. Disisi lain, nenek sihir ingin segera mendapatkan kalung rajawali dan sapu jagad. Lalu nenek sihir segera mencari Cupit. Akhirnya Cupit, Jembar, dan Camar bertemu dan berperang dengan nenek sihir beserta pasukannya. Namun sayang sekali, salah satu sahabat Cupit tewas atas peperangan itu, yaitu Camar. Cupit dan Jembar sangat sedih atas tewasnya Camar. Tetpi, kepergian sahabatnya itu tidak membuat lengah Cupit dan Jembar untuk terus mencari sapu jagad bersama sama.

Cupit dan Jembar segera melanjutkan perjalanan ke Mekah. Mekah merupakan kota yang sangat suci dan terdapat salah satu tempat yang banyak di kunjungi umat manusia sedunia, yaitu Kabah. Kabah merupakan tempat untuk melaksanakan ibadah haji. Dan akhirnya Cupit dan Jembar mendapatkan sebuah sapu jagad dari sebuah pusaran Kabah dengan membaca iringan dzikir. Setelah mendapatkannya Cupit pun melanjutkan perjalanan menuju Indonesia untuk segera membersihkan semua permasalahan yang ada di Indonesia.

Ditengah perjalanan, Cupit bertemu dengan Grijaghan dan pasukannya. Pertempuran terjadi. Namun sayang, kali ini kalung raja rajawali beserta sapu jagad yang baru di dapatkannya itu berhasil di rebut oleh Grijaghan. Lalu Cupit berkunjung ke Roma, ibukota dari Italia. Disanalah terdapat seorang guru dari Grijaghan, Mbalelo, dan Sembrana. Guru itu menjelaskan bahwa dahulu Grijaghan itu baik, tetapi lama kelamaan menjadi jahat dan Grijaghan ingin membunuh sang guru. Sang guru lalu memberi tahu keberadaan Grijaghan saat ini, yaitu di kepulauan badloe, di negara bagian Amerika. Cupit dan Jembar berpamitan untuk segera kesana.

Sesampainya di pulau Badloe yang dimana istana dari Grijaghan, Cupit melihat Grijaghan dan para pasukannya sedang mabuk di malah hari itu. Melihat kondisi itu, Cupit dan Jembar segera mengambil kembali sapu jagad dan kalung rajawali yang merupakan haknya. Ketika ingin mengambil, Jembar sempat membunuh ular, anjing, dan burung gagak anak buah dari Grijaghan. Cupit berhasil memiliki sapu jagad dan kalung rajawali kembali. Lalu setelah itu terjadi peperangan dengan Grijaghan. Dan akhirnya Grijaghan tewas setelah mendapatkan pantilan dari kekuatannya sendiri. Kematiannya pun sampai banyak yang mengetahuinya. Hingga temannya Grijaghan yang bernama Mbalelo dan Sembrana mendengar kabar itu dan ingin membalas dendam kepada Cupit.

Cupit dan Jembar melanjutkan perjalanan ke Amazon. Ketika tengah beristirahat, terjadi bunyi tembakan para pemburu. Jembar pun tewas terkena peluru tembakan itu. Cupit pun sedih, tapi ia tidak putus asa untuk melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Ketika itu, Cupit bertemu dengan Lebah, Lalat, dan Capung lalu mengajak nya ke Indonesia. Ketika di perjalanan, ada 2 orang yang menyamarmenjadi orang compang camping, mereka adalah Mbalelo dan Sembrana yang ingin meminjam sapu jagad, orang itu meminjam hanya beberapa waktu, dan akan mengembalikannya. Cupit memberinya , dan waktu demi waktu hingga berbulan bulan tidak di kembalikan. Dan Cupit sadar bahwa Indonesia tidak akan bisa menyadarkan bangsa Indonesia.

Sapu jagad pun tidak akan kembali. Namun, ketika banjir dan asap polusi melanda, sahabat sahabat baru Cupit yaitu lalat, lebah, dan capung tewas setelah menghirup udara yang mengandung banyak racun itu. Melihat sahabatnya seperti itu, tiba tiba Cupit juga mendapatkan Ajalnya. Mereka semua telah bertemu kembali di Surga dan mereka tengah melihat Grihaghan sang nenek sihir sedang berada di atas tungku membara dan mengerang ngerang kesakitan terkena sabetan cambuk api. Grijaghan mendapatkan balasan yang setimpal. Jika berbuat jahat, maka bersiap siaplah merasakan penasnya api neraka. Jika berbuat baik, maka balasannya adalah surga dan tentunya perbuatan baik yang diiringi dengan keikhlasan.
Novel ini angat menarik untuk di baca karena bahasanya mudah di pahami. Lalu novel ini mengajarkan kita untuk berbuat kebaikan. Untuk yang senang membawa buku yang ringkas, novel ini sangat tepat karena sangat ringkas.

Novel ini memiliki kaver yang kurang menarik. Selain itu, novel ini  memiliki kertas yang tipis dan berkualitas buruk. Novel ini juga memiliki isi yang banyak dalam atu halaman sehingga dapat membuat orang malas untuk membacanya.

UNSUR INTRINSIK
1.      Tema                            : Kebersamaan
2.      Alur                              : maju mundur
3.      Tokoh dan pewatakan  :
Cupit                                                   : baik, jujur, dan bertanggung jawab.
Cupid                                                  : baik, bijaksana dan pengertian.
Camar, Lebah, Lalat, dan Capung        : baik, setia, dan pengertian.
Jembar                                                : setia, baik, dan menepati janji.
Grijaghan dan tentaranya                      : jahat, dengki, iri hati.
Mbalelo dan Sembrana                        : jahat, iri hati, dan pendendam.
4.      Latar                            :
a.       Waktu       : siang dan malam.
b.      Tempat      : di udara an keliling dunia.
c.       Suasana     : senang dan sedih.
5.      Sudut pandang            : orang ketiga.
6.      Amanat                       :
a.       Jangan suka berbuat serakah.
b.      Jangan suka menyimpan dendam.
c.       Jangan berbuat kejahatan.
d.      Jangan terlalu bersedih ketika di tinggalkan seseorang.

UNSUR EKSTRINSIK
1.      Nilai soial        : banyak banyaklah mencari sahabat dalam hidup kita.
2.      Nilai agama     : Jika berbuat jahat, maka bersiaplah mendapatkan balasan yang jahat dan
  bersiap siaplah merasakan penasnya api neraka. Jika berbuat baik, akan
  mendapatkan balasan kebaikan juga balasannya adalah surga dan
  tentunya perbuatan baik yang diiringi dengan keikhlasan.
3.      Nilai moral      : berbuatlah baik kepada siapa saja karena akan sangat bermanfaat jika
  kita berbuat kebaikan.


created by : Benny Rivaldy

2 komentar:

  1. Novel yg pernah sy baca 16 thn lalu dan masih terngiang2

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku baca pas kls 1 MTs 13 Tahun. dan skrg 22 tahun masih suka keinget dan pengen bgt baca lg. skrg bingung mau beli bukuny dimana ya?🥺

      Hapus