selamat datang bagi anda yang berkunjung.. semoga blog ini dapat bermanfaat bagi anda..

Senin, 18 Februari 2013

LAPORAN PENELITIAN



Banjir yang melanda DKI Jakarta




A.                Hal atau masalah yang diteliti :
·        Banjir yang melanda kawasan DKI Jakarta.
·        Penyebab banjir yang melanda kawasan DKI Jakarta.
·        Akibat dari terjadinya banjir.

B.                Orang yang meneliti :
 Benny Rivaldy, kelas XI IPA 1, siswa SMAN 43 JAKARTA.

C.                 Waktu mengadakan penelitian :
 Kamis, 17 Januari 2013.

D.                Tempat penelitian dilakukan :
 Bukit Duri, Jakarta Selatan.
E.                 Sebab penelitian :
·        Ingin mengetahui penyebab terjadinya banjir yang melanda kawasan DKI Jakarta.
·        Ingin mengetahui akibat dari terjadinya banjir.

F.                 Proses penelitian :
·        Mencari tahu tentang penyebab terjadinya banjir.
·        Mencari tahu tentang akibat dari terjadinya banjir.




G.                Hasil penelitian :

Banjir merupakan peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Di Jakarta ini banyak lokasi-lokasi yang rawan banjir. Banjir terjadi di jalan raya maupun di rumah penduduk. Salah satu lokasi rawan banjir di Jakarta yaitu di Bukit Duri. Wilayah ini seringkali dilanda oleh banjir, karena berdekatan dengan sungai Ciliwung. Walaupun begitu, banyak penduduk setempat yang masih nyaman tinggal di wilayah itu dan juga banyak yang masih nyaman tinggal di pinggiran sungai Ciliwung. Hal ini terjadi karena sulitnya mencari tempat tinggal yang layak dan aman dari banjir. Wajar saja jika mencari tempat tinggal yang layak dan aman dari banjir itu sulit, dikarenakan masalah biaya sewa di Jakarta ini sangat mahal sehingga penduduk setempat terpaksa tinggal di pinggiran sungai Ciliwung.
Ketika terjadi hujan lebat dan mendapat banjir kiriman dari Bogor, mereka sudah terbiasa mengahadapinya hampir setiap tahun.

Pada tanggal 17 Januari 2013 ,di wilayah ini terjadi banjir. Bukan hanya di Bukit Duri, tetapi di wilayah lain seperti wilayah Thamrin, Sudirman, Daan Mogot, Bundaran HI juga banjir. Namun, wilayah yang sering terjadi banjir adalah wilayah Bukit Duri. Ketika banjir tiba, penduduk setempat segera menyelamatkan barang-barang berharganya dan segera menyelamatkan diri.

Salah seorang warga bernama Suwiryo, warga Bukit Duri mengatakan bahwa air tiba-tiba dating dan langsung merendam rumah-rumah disekitar itu. Air yang tiba-tiba dating itu berasal dari wilayah Bogor dan juga karena hujan yang sangat deras di Jakarta. Banjir ini ketinggiannya berkisar sedalam 30 cm – 200 cm. Walaupun berketinggian 30 cm – 200 cm, tetap saja warga masih ada yang bertahan di atap rumah mereka. Tetapi, ada juga yang mengungsi ke posko banjir.
Meskipun sebagian ada yang bertahan di atap rumah atau lantai dua, para relawan dan TIMSAR tetap membujuk mereka agar mau mengungsi ketempat pengungsian. Padahal pera TIMSAR sudah menyiapkan 5 perahu karet untuk mengevakuasi para korban yang masih berada di rumahnya. Ditambah 5 buah perahu karet dari bantuan Dinas Sosial DKI Jakarta, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, serta Satpol PP juga sudah dioperasikan di lokasi.
Perahu karet ini digunakan warga untuk transportasi di wilayah banjir. Terkait dengan konsumsi, kebutuhan penting bagi pengungsi sudah mencukupi karena banyak bantuan dari lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Selatan, PMI cabang Jakarta Selatan, dan tidak menutup kemungkinan dari CSR Perusahaan maupun LSM. Selain itu, pengungsi banjir yang terdiri dari wanita, usia lanjut dan anak-anak menjadi prioritas utama di tempat pengungsian. Meskipun ini semua sering mereka rasakan hampir setiap tahun, mereka hanya pasrah dan berharap agar pemerintah mau membangun agar banjir tidak melanda Jakarta lagi. Seiring dengan terjadinya banjir di Jakarta ini, terdapat faktor-faktor yang menyebabkan banjir, yaitu :
1.     Curah hujan.
Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat volume air bertambah. Sungai dan waduk meluap. Tanggul pun jebol karena tak mampu menahan banyaknya air.
2.     Berubahnya ruang terbuka hijau.
Berubahnya ruang terbuka hijau di Jakarta menjadi kawasan pembangunan, seperti permukiman, gedung, dan jalan. Resapan air hujan menjadi berkurang dan akhirnya air mengalir ke jalanan.
3.     Sistem drainase yang buruk di Jakarta.
Melihat kondisi seperti ini, seharusnya saluran air berujung ke sungai atau laut, melainkan ke daerah resapan atau ke dalam tanah. Pemerintah harus melakukan revitalisasi terhadap sistem drainase di seluruh Jakarta dan jalan-jalan protokol seperti Sarinah, Thamrin, Sudirman, dan lainnya. Pemerintah juga perlu membuat sistem drainase eco-drainase yang mengalirkan air ke sumber resapan.
4.     Tidak optimalnya fungsi waduk maupun situ.
Dalam catatannya, pada tahun 1990-an, Jakarta memiliki 70 waduk dan 50 situ. Namun, kini hanya tersisa 42 waduk dan 16 situ. Sebanyak 50 persen di antaranya pun tidak berjalan optimal. Waduk-waduk di Jakarta dipenuhi tumbuhan enceng gondok, limbah, dan sampah. Pendangkalan pun terjadi akibat sedimentasi lumpur. Waduk yang akhirnya mengering kemudian dijadikan daerah hunian.
5.     Belum dilakukannya normalisasi di semua sungai.
Menurut saya, pemerintah seharusnya melakukan normalisasi kali sekaligus merelokasi permukiman di bantaran sungai ke tempat yang layak huni.
6.     Banyaknya orang yang membuang sampah di sungai.
Meskipun sering terjadi banjir, mereka semua tidak mau menyadari bahwa banjir terjadi juga dikarenakan membuang sampah di sungai atau di selokan sembarangan. Hal ini membuat selokan menjadi mampet dan membuat sungai  menjadi penuh akibat sampah tersebut.
Selain masalah faktor, juga ada akibat atau dampak negative dari adanya banjir di Jakarta, yaitu diantaranya :
1.     Banyak terserah penyakit.
2.     Jalan menjadi lumpuh total.
3.     Banyak mengalami kerugian ekonomi.
4.     Banyak melayangnya nyawa.
5.     Air minum mulai langka.
6.     Harga bahan pokok menjadi mahal.
Ada berbagai dampak negatif terhadap banjir terhadap pemukiman manusia dan aktivitas ekonomi. Namun, banjir juga dapat membawa banyak keuntungan, seperti :
1.     Mengisi kembali air tanah.
2.     Menyuburkan tanah.
3.     Memberikan nutrisi kepada tanah.
4.     Menghasilkan uang bagi pengangkut gerobak yang mengangkut orang dan kendaraan ketika banjir.
H.                Kesimpulan dan Saran
Jadi kesimpulannya, di Jakarta ini masih banyaknya wilayah yang tergenang banjir. Untuk itu, perlu adanya kesadaran masyarakat  agar maumemelihara ibukota ini sebaik mungkin dan juga perlunya perhatian pemerintah untuk bersama-sama memelihara kota Jakarta menjadi lebih baik lagi, karena banjir ini menyebabkan kerugian yang sangat merugikan semua orang.

by : Benny Rivaldy @bennyrvd14