hallo, apa kabar nih? udah lama gue gak nge post blog. sambil ngisi waktu kosong kuliah, gue mau share mengenai tugas gue waktu SMA nih. siapa tau ini berguna. maaf nih, gue lupa mengenai sumber nya, yang jelas ini terdiri dari kutipan- kutipan di situs internet. selamat menyimak, dan mohon maaf kalau tidak sempurna.
Judul :
Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati.
Tema :
Kesehatan
· Paragraf Pembuka
Sekarang ini, banyak orang yang mengabaikan pentingnya kesehatan. Sebagian orang beranggapan bahwa kesehatan itu hal yang biasa-biasa saja. Padahal, kesehatan itu sangat mahal. Bagaimana agar kita memiliki kesehatan yang baik?. Tentunya harus mempunyai prinsip bahwa “Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati”.
Sekarang ini, banyak orang yang mengabaikan pentingnya kesehatan. Sebagian orang beranggapan bahwa kesehatan itu hal yang biasa-biasa saja. Padahal, kesehatan itu sangat mahal. Bagaimana agar kita memiliki kesehatan yang baik?. Tentunya harus mempunyai prinsip bahwa “Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati”.
· Paragraf Isi :
Semua orang harus memahami arti kata “Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati”.
Banyak orang yang menginginkan dirinya sehat.
Pengaruh kesehatan untuk kedepannya.
Banyak orang yang mengatakan sehat itu mahal.
Pemerintah sebaiknya mau mensosialisasikan masalah ini.
Semua orang harus memahami arti kata “Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati”.
Banyak orang yang menginginkan dirinya sehat.
Pengaruh kesehatan untuk kedepannya.
Banyak orang yang mengatakan sehat itu mahal.
Pemerintah sebaiknya mau mensosialisasikan masalah ini.
· Paragraf Penutup :
Upaya pemerintah mensosialisasikan masalah ini kepada masyarakat diharapkan mampu manyadarkan banyak orang bahwa kesehatan itu sangat penting.
Upaya pemerintah mensosialisasikan masalah ini kepada masyarakat diharapkan mampu manyadarkan banyak orang bahwa kesehatan itu sangat penting.
MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI
Siapa
yang tak mengenal kata sehat, sehat merupakan bagian terpenting dalam
kehidupan. Sebagian orang hanya mengetahui kata sehat, tetapi tidak dengan arti
yang sesungguhnya. Banyak kalangan masyarakat menengah kebawah tidak
memperdulikan kesehatan dirinya. Bagi mereka, kesehatan seadanya sudah cukup
untuk memenuhi kehidupannya. Sebagian orang hanya mengetahui kata sehat, tetapi
tidak dengan arti yang sesungguhnya.
Sekarang
ini, banyak orang yang mengabaikan pentingnya kesehatan. Sebagian orang
beranggapan bahwa kesehatan itu hal yang biasa-biasa saja. Padahal, kesehatan
itu sangat mahal. Bagaimana agar kita memiliki kesehatan yang baik?. Tentunya
harus mempunyai prinsip bahwa “Mencegah
Lebih Baik Daripada Mengobati”.
Mencegah Lebih Baik Daripada
Mengobati.
Sering sekali kita mendengar slogan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik
itu dari iklan televisi, majalah, koran, guru di sekolah ataupun yang lainnya.
Slogan yang sudah sangat populer di tengah masyarakat. Namun, yang menjadi
pertanyaan sekarang adalah apakah slogan tersebut sudah benar-benar
diimplementasikan oleh masyarakat Indonesia?
Melihat kehidupan yang ada, nampaknya masyarakat Indonesia belum sepenuhnya mengaplikasikan slogan di atas karena masih “menganut” cara pandang sakit bukan cara pandang sehat. Mengapa demikian?. Seringkali orang-orang tidak menganggap penting kesehatan sehingga selalu “terlena” saat dirinya sehat, serta melakukan hal-hal semaunya padahal itu sangat merugikan kesehatan, misalnya merokok, tidak memperhatikan pola makan, banyak mengkonsumsi makanan yang tidak baik bagi kesehatan, dan sebagainya. Padahal, itu semua sangat merugikan, Mengapa? karena sehat itu mahal harganya. Jika kita sakit, pasti mengeluarkan biaya pengobatan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Lalu apakah kita bisa melakukan pencegahan agar kita tetap sehat dan tidak terserang penyakit? Jawabannya pasti BISA, dengan gaya hidup sehat, makanan dan minuman yang sehat, olahraga secara rutin, waktu istirahat dan bekerja yang teratur dan banyak lagi cara agar tubuh kita tetap sehat.
Melihat kehidupan yang ada, nampaknya masyarakat Indonesia belum sepenuhnya mengaplikasikan slogan di atas karena masih “menganut” cara pandang sakit bukan cara pandang sehat. Mengapa demikian?. Seringkali orang-orang tidak menganggap penting kesehatan sehingga selalu “terlena” saat dirinya sehat, serta melakukan hal-hal semaunya padahal itu sangat merugikan kesehatan, misalnya merokok, tidak memperhatikan pola makan, banyak mengkonsumsi makanan yang tidak baik bagi kesehatan, dan sebagainya. Padahal, itu semua sangat merugikan, Mengapa? karena sehat itu mahal harganya. Jika kita sakit, pasti mengeluarkan biaya pengobatan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Lalu apakah kita bisa melakukan pencegahan agar kita tetap sehat dan tidak terserang penyakit? Jawabannya pasti BISA, dengan gaya hidup sehat, makanan dan minuman yang sehat, olahraga secara rutin, waktu istirahat dan bekerja yang teratur dan banyak lagi cara agar tubuh kita tetap sehat.
Untuk itu, apa arti kata ”Mencegah Lebih Baik
Daripada Mengobati” itu sendiri?, kata
tersebut berarti bahwa kita harus berperilaku hidup sehat agar tidak mudah
terkena penyakit. Sebelum terlanjur terkena penyakit, kita seharusnya
mengetahui caranya agar kita tidak mudah terkena penyakit. Jika kita sudah
terkena penyakit, maka kita telah melakukan sedikit kesalahan dalam pola hidup
kita.
Selain itu, apa pengertian
kesehatan?. Sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu sehat? UU
Kesehatan No. 23 Tahun 1992 memberikan batasan kesehatan adalah keadaan
sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif
secara sosial dan ekonomi. Definisi sehat menurut WHO tahun 1974 yaitu keadaan
sempurna dari fisik, mental, sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau
kelemahan. Dengan demikian, sehat itu tidak hanya sebatas bebas dari penyakit
saja secara fisik, namun mencakup juga aspek sosial, mental bahkan ekonomi.
Seiring berkembangnya zaman, konsep
pengertian kesehatan masyarakat mulai muncul kira-kira pada pertengahan abad 19
di tengah revolusi industri di negara barat. Berbeda dengan ilmu kedokteran
yang lebih memfokuskan pelayanan pada kuratif dan rehabilitatif, kesehatan
masyarakat lebih memfokuskan pelayanan kepada preventif (pencegahan) dan promotif. Berkembangnya ilmu ini untuk lebih
mengukuhkan bahwa setiap orang seharusnya menyadari untuk selalu memelihara
kesehatannya.
C. E. A. Winslow (1920), seorang guru besar Yale University, mengemukakan bahwa kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit, memperpanjang usia hidup (kehidupan) serta mempromosikan kesehatan dan efisiensi, melalui usaha pengorganisasian masyarakat untuk sanitasi lingkungan, pengendalian penyakit menular, pendidikan kesehatan kepada individu mengenai personal hygiene, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pencegahan penyakit, dan pengembangan masyarakat untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam melihara kesehatannya.
C. E. A. Winslow (1920), seorang guru besar Yale University, mengemukakan bahwa kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit, memperpanjang usia hidup (kehidupan) serta mempromosikan kesehatan dan efisiensi, melalui usaha pengorganisasian masyarakat untuk sanitasi lingkungan, pengendalian penyakit menular, pendidikan kesehatan kepada individu mengenai personal hygiene, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pencegahan penyakit, dan pengembangan masyarakat untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam melihara kesehatannya.
Menurut
Bapak Prof. Dr. Soekidjo Notoatmojo, SKM, M.Com., H. dalam bukunya yang berjudul
“Kesehatan Masyarakat, Ilmu dan Seni” mengemukakan bahwa paradigama sehat
memfokuskan pembangunan kesehatan pada upaya promotif dan preventif
(pencegahan) dibandingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.
Bapak
dr. Adang Bachtiar, MPH, Sc.D (Ketua IAKMI/Dosen FKM UI, dalam acara Seminar
Nasional IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) Cabang Kabupaten
Kuningan tahun 2012, mengatakan bahwa sebuah pelajaran berharga yang dapat kita
contoh dari negara Thailand yaitu mereka melaksanakan optimalisasi upaya
kesehatan preventif (pencegahan) dan promotif, antara lain : fokus pada
pencegahan dan perilaku, fokus pada UKBM dan upaya kesehatan dasar, monitor
status gizi dan pelatihan kader, cakupan yang meluas, strategi pengentasan
kemiskinan dan gizi buruk, strategi pertanian dan keamanan pangan.
Namun,
di Indonesia upaya-upaya tersebut tidak dioptimalkan dengan baik oleh
pemerintah maupun masyarakat, bahkan kondisinya tren kuratif (pengobatan)
meningkat cepat, anggaran kesehatan meningkat tapi relatif kecil (WHO
mengisyaratkan > 5% GDP) serta pembiayaan kesehatan yang non-prioritas dan
konstan selalu kecil.
Sebagai
warga masyarakat, sudah seharusnya kita memiliki kesadaran untuk selalu
mengupayakan tindakan pencegahan. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan
adalah dengan membiasakan diri melaksanakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat). Upaya pencegahan dapat dibiasakan dari mulai lingkup terkecil, misalnya
lingkungan keluarga. Di lingkungan keluarga, orang tua tentu memilki peran yang
sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran untuk menerapkan PHBS.
Contoh
upaya-upaya PHBS antara lain :
1. tidak
membuang sampah sembarangan, sampah akan mengundang keberadaan lalat sebagai
vektor (penular) penyakit, misalnya diare, tifus, kolera.
2. mencuci
tangan sebelum makan ataupun setelah melakukan buang air, mencegah terjadinya
penyakit yang ditularkan lewat makanan dan minuman misalnya tifus, diare,
kolera, disentri, kecacingan (misalnya cacing keremi).
3. menggunakan
sandal saat berjalan di luar, mencegah terjadinya kecacingan.
4. menerapkan
konsep 3M (menguras bak, menutup, mengubur barang bekas), mencegah penyakit
yang ditularkan oleh nyamuk sebagai vektor (penular) penyakit tersebut misalnya
DBD (Demam Berdarah Dengue), chikungunya.
5. Membersihkan
pekarangan rumah, jangan membiarkan adanya genangan air kotor, untuk mencegah
penyakit malaria dan filariasis (kaki gajah, elefantiasis).
6. tidak
merokok, dapat mencegah berbagai penyakit misalnya kanker paru, stroke,
serangan jantung dan pembuluh darah, gangguan kehamilan dan janin.
7. mengkonsumsi
makanan gizi seimbang, untuk meningkakan imunitas, dll.
Upaya
tersebut untuk menciptakan kesehatan itu sendiri akan berpengaruh untuk
kedepannya. Dengan hidup sehat, tentunya hidup kita akan lebih terasa
menyenangkan. Ketika sehat dalam keadaan apapun, maka sejahteralah dalam
hidupnya. Bagaimana tidak, jika seseorang mudah sakit maka tentunya akan
mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengobatinya. Dengan demikian,
sebagian orang ada yang mengatakan sehat itu mahal, tetapi di sisi lain juga
ada yang masih beranggapan kalau kesehatan itu hal yang biasa saja.
Mendengar kondisi seperti itu,
bagaimana langkah pemerintah agar masyarakat mau menyadari pentingnya memiliki
kesehatan? Tentunya dengan mengadakan
tindakan sosialisasi langsung ke dalam kehidupan masyarakat yang masih memiliki
pemikiran kesehatan itu biasa saja. Dan untuk melancarkannya, perlu adanya
program yang membangun bersama dalam hal kesehatan. Hal ini ber tujuan agar
masyarakat mau berubah pemikirannya dari yang menganggap biasa saja sampai
menganggap kesehatan itu sangat penting. Upaya pemerintah dalam hal
mensosialisasikan kesehatan kepada masyarakat diharapkan mampu menyadarkan
kepada masyarakat bahwa kesehatan itu sangat penting untuk kehidupan.
Informasi diatas di ambil dari berbagai sumber situs internet.
jos
BalasHapus